19 Desember 2012

Kelestarian Sumber Air Minum








Sehat Menurut WHO

Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).
Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :
  1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.
  2.  Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.
  3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.





Sehat Menurut DEPKES RI

Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor-faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

Menurut UU No.23/1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :
Sehat / Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan
(jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan.
Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari -hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit.







Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagaiawan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia (wikipedia, 2012).
Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara (wikipedia, 2012).




Pasokan Air

Groundwater : Air yang muncul dari beberapa air tanah yang dalam mungkin telah jatuh sebagai hujan banyak puluhan, ratusan, atau ribuan tahun yang lalu. Lapisan tanah dan batuan alami menyaring air tanah untuk tingkat tinggi kejelasan dan sering tidak memerlukan perawatan tambahan selain menambahkan klorin atau chloramines sebagai disinfektan sekunder.  Air tersebut dapat muncul sebagai mata air, mata air artesis, atau dapat diekstraksi dari sumur bor atau sumur. Air tanah dalam umumnya kualitas bakteriologis yang sangat tinggi (misalnya, bakteri patogen atau patogen protozoa biasanya tidak ada), tapi air bisa menjadi kaya dalam padatan terlarut, terutama karbonat dan sulfat kalsium dan magnesium. Tergantung pada strata melalui mana air telah mengalir, ion lain juga dapat hadir termasuk klorida, dan bikarbonat. Mungkin ada persyaratan untuk mengurangi kadar besi atau mangan air ini untuk membuatnya dapat untuk minum, memasak, dan penggunaan binatu. Desinfeksi utama juga mungkin diperlukan. Dimana resapan air tanah dipraktekkan (suatu proses di mana air sungai disuntikkan ke akuifer untuk menyimpan air pada saat banyak sehingga tersedia pada musim kering), air tanah mungkin memerlukan pengobatan tambahan tergantung pada peraturan negara bagian dan federal.

Upland danau dan waduk : Biasanya terletak di hulu sistem sungai, waduk dataran tinggi biasanya berlokasi di atas setiap tempat tinggal manusia dan dapat dikelilingi oleh zona pelindung untuk membatasi kesempatan untuk kontaminasi. Bakteri dan tingkat patogen biasanya rendah, tetapi beberapa bakteri, protozoa atau ganggang akan hadir. Dimana dataran tinggi yang berhutan atau bergambut, asam humat dapat warna air. Bersumber di hulu Banyak pH rendah yang memerlukan penyesuaian.

Sungai, kanal dan waduk dataran rendah : air tanah permukaan rendah akan memiliki beban bakteri yang signifikan dan juga mungkin mengandung ganggang, padatan tersuspensi dan berbagai konstituen terlarut.

Atmospheric water generation adalah teknologi baru yang dapat memberikan kualitas air minum yang tinggi dengan mengekstraksi air dari udara dengan pendingin udara dan dengan demikian kondensasi uap air.

Rainwater harvesting atau fog collection yang mengumpulkan air dari atmosfer dapat digunakan terutama di daerah dengan musim kemarau yang signifikan dan di daerah-daerah yang mengalami kabut bahkan ketika ada sedikit hujan.

Desalinasi air laut dengan penyulingan atau reverse osmosis.

Air Permukaan: Air Tawar tubuh yang terbuka ke atmosfer dan tidak ditujukan sebagai tanah diklasifikasikan di Amerika Serikat untuk tujuan pemurnian peraturan dan air sebagai air permukaan.








Fakta Air






Air Minum

Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari, namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas (wikipedia, 2012).

Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya, dan tidak mengandung logam berat. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002)
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, namun banyak zat berbahaya, terutama logam, yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Saat ini terdapat krisis air minum di berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang terlalu banyak dan pencemaran air.


Pembagian kategori air menurut total zat padat yang terkandung di dalamnya (TDS) adalah:
·        > 100 ppm    : bukan air minum
·        10 - 100 ppm: air minum
·        1 - 10 ppm    : air murni
·        0 ppm          : air organik






Water Purification / Water Purifier

Pemurnian air adalah proses menghilangkan bahan kimia yang tidak diinginkan, kontaminan biologis, padatan tersuspensi dan gas dari air yang terkontaminasi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan air yang cocok untuk tujuan tertentu. Sebagian besar air dimurnikan untuk konsumsi manusia (air minum), tetapi pemurnian air juga dapat dirancang untuk berbagai keperluan lainnya, termasuk memenuhi persyaratan aplikasi medis, farmakologi, kimia dan industri. Secara umum metode yang digunakan mencakup proses fisik seperti filtrasi, sedimentasi, dan distilasi, proses biologis seperti filter pasir lambat atau karbon biologis aktif, proses kimia seperti flokulasi dan klorinasi dan penggunaan radiasi elektromagnetik seperti sinar ultraviolet.
Proses pemurnian air dapat mengurangi konsentrasi partikulat termasuk partikel, parasit, bakteri, ganggang, virus, jamur, dan berbagai bahan terlarut dan partikel yang berasal dari permukaan air yang mungkin telah melakukan kontak dengan setelah jatuh sebagai hujan. Standar kualitas air minum biasanya diatur oleh pemerintah atau oleh standar internasional. Standar-standar ini biasanya akan menetapkan konsentrasi minimum dan maksimum dari kontaminan untuk penggunaan yang akan dibuat dari air.
Hal ini tidak mungkin untuk mengatakan apakah air adalah kualitas yang sesuai dengan pemeriksaan visual. Prosedur sederhana seperti mendidih atau penggunaan filter karbon aktif rumah tangga tidak cukup untuk menghilangkan semua kontaminan yang mungkin ada dalam air dari sumber yang tidak diketahui. Bahkan mata air alami (yang dianggap aman untuk semua tujuan praktis dalam abad ke-19) sekarang harus diuji sebelum menentukan apa jenis perawatan, jika ada, diperlukan. Analisis kimia dan mikrobiologi, sementara mahal, adalah satu-satunya cara untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menentukan metode yang tepat untuk pemurnian.
Menurut WHO (2007) melaporkan, 1,1 miliar orang tidak memiliki akses ke pasokan air minum, 88 persen dari 4 miliar kasus tahunan penyakit diare yang disebabkan air yang tidak aman dan sanitasi yang tidak memadai dan kebersihan, dan 1,8 juta orang meninggal karena penyakit diare setiap tahun. WHO memperkirakan bahwa 94 persen dari kasus-kasus diare dapat dicegah melalui modifikasi lingkungan, termasuk akses terhadap air yang aman. Teknik sederhana untuk mengolah air di rumah, seperti klorinasi, filter, dan disinfeksi surya, dan menyimpannya dalam aman kontainer bisa menyelamatkan sejumlah besar nyawa setiap tahun. Mengurangi kematian akibat penyakit yang ditularkan melalui air adalah tujuan kesehatan masyarakat yang utama di negara berkembang (wikipedia, 2012).






Pureit dari Unilever
Perlindungan Menyeluruh Dari Kuman.

Pureit adalah berbagai pemurni air yang dibuat oleh Hindustan Unilever saat ini dijual di India, Meksiko, Brasil, Sri Lanka, Nigeria, Indonesia, dan Bangladesh, yang terdiri dari enam model: Pureit Classic, Pureit Compact, Pureit Klasik Autofill, Pureit Intella, Pureit Marvella dan Pureit Marvella RO. Pureit pertama kali diluncurkan di Chennai pada tahun 2005. Pureit mengklaim untuk memenuhi E.P.A. kuman-membunuh kriteria. Pureit Klasik menghilangkan kuman tanpa perlu listrik atau air keran bertekanan (wikipedia.org, 2012).




Pure It , Pemurni Air Tanpa Gas Tanpa Listrik

Air merupakan kebutuhan esensial bagi umat manusia. Di dunia, 1,4 juta anak meninggal karena berbagai penyakit yang disebabkan kurang bersihnya air yang digunakan. Di Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek dan Bandung, sekitar 48% air tanah terkontaminasi bakteri coliform.
Tanpa penanganan yang tepat, bahkan setelah direbus, sumber air tersebut seringkali masih belum aman sepenuhnya dari kuman untuk diminum. Mengacu kepada misi utama Unilever, dengan penekanan terhadap sustainability, masa depan yang lebih baik dan mengurangi dampak lingkungan, maka Pureit menjadi jawaban atas misi tersebut.




Teknologi



Cara Kerja Pure It

Dengan teknologi canggih, Pureit layak dipilih sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan air minum tanpa menggunakan gas dan listrik. Selain praktis dan higienis, Pureit juga ekonomis.
Proses kerja pemurnian air dibagi ke dalam 4 tahap:
Tahap 1: Saringan Serat Mikro – menghilangkan semua kotoran yang terlihat.
Tahap 2: Filter Karbon Aktif – menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya.
Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman – menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air.
Tahap 4: Penjernih – menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami.
Komponen 2-3-4, dalam satu rangkaian disebut Germkill Kit, yang harus diganti setelah memurnikan 1500 liter air.
Ingat: Air yang dimasukkan ke dalam Pureit adalah air yang biasa Anda rebus untuk diminum.







Perbandingan


http://www.pureitwater.com/ID/comparison-chart




Sertifikasi






Winners the UNESCO Water Digest Pureit (a water purifier) Water Award 2008-2009 in the category of best domestic non-electric water purifier.




Keunggulan Pureit


1.    Sangat praktis. Hanya memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, Pureit akan memurnikan air untuk siap minum.
2.    Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
3.    Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter).
4.    Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
5.    Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
6.    Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
7.    Garansi satu tahun.
Produk ini sudah tersedia di Hypermart mulai 20 September 2010 dan toko-toko lainnya pada Oktober. Pureit dijual dengan harga  Rp550.000 per unit.








Keuntungan




Sebagai inovasi terbaru dalam sterilisasi air, produk ini memiliki beberapa kelebihan, di antaranya adala pengakuan Internasional dari Environmental Protection Agency (EPA) dan pengakuan nasional dari laboratorium IPB, ITB dan UGM yang menganalisa air hasil sterilisasi Unilever Pureit berdasarkan standar baku air minum dari PERMENKES.
Pemeliharaan alatnya pun tergolong mudah, karena hanya perlu memastikan Germkill Kit dalam kondisi yang layak digunakan, yaitu dengan melihat Germkill Life Indikator, fitur produk yang memungkinkan anda mengetahui kelayakan Germkill Kit.
Walau begitu praktisnya menggunakan alat ini, Anda juga harus tetap mengawasi kualitas sumber air yang akan digunakan secara fisik, misalnya dengan melihat apakah terdapat endapan dalam air atau rasa dan warna yang aneh. Adanya endapan, misalnya, diungkapkan Budi Haryanto dapat merujuk pada adanya logam berat yang terdapat di dalam air yang akan dikonsumsi (www.kompas.com, 2010).

LPPT UGM mendapat kepercayaan dari PT Unilever Indonesia produksinya yang berlabel PUREIT. Pureit diklaim sebagi alat pemurni air tanpa gas dan tanpa listrik, mempunyai prinsip penyaringan dalam memurnikan air kran sehingga menjadi bebas cemaran kimia maupun biologi dan siap diminum. Karena bersifat penyaringan (filtrasi) maka dalam jangka waktu tertentu (1500 L) maka harus dilakukan penggantian filter.
Kerjasama yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia dengan LPPT adalah untuk mengetes efektivitas proses penyaringan dan untuk membuktikan bahwa air hasil purifikasi dengan Pureit siap diminum sesuai dengan ketentuan KepMenkes RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002. Untuk membuktikan kinerja Pureit tersebut dilakukan pengujian terhadap kualitas air hasil filtrasi setelah 5 L, 750 L dan 1500 L dengan parameter uji meliputi uji mikrobiologi, uji cemaran pestisida, uji cemaran logam berat, dan karakterisasi fisik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil air filtrasi adalah untuk parameter-parameter yang diuji, kualitas air yang dihasilkan memenuhi ketentuan sesuai PerMenkes terkait meskipun air input yang digunakan sudah dispike dengan cemaran-cemaran yang masuk dalam parameter yang diuji.
Kelebihan lain adalah pada saat proses filtrasi sampai dengan 1500 L maka filter tidak bias dipakai lagi karena air sudah tidak bias mengalir. Hal ini bias dijadikan pengaman untuk mencegah konsumen tidak mengkonsumsi air yang tercemar karena sudah jenuhnya filter saat volume melewati 1500 L.
















Sumber / Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Pureit








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar