17 Februari 2013

Buah Khuldi

Seandainya, Adam dan Hawa tak makan buah khuldi, niscaya mereka tidak akan diusir dari surga. Dan kita, semua keturunan Adam, masih tetap tinggal di surga dengan segala kenikmatannya. Sampai kini.



Allah hanya menyebut pohon tersebut secara sepintas selalu, tanpa menyebut nama. Nama ‘buah khuldi’ justru muncul dari istilah setan ketika merayu Adam dan Hawa untuk memakannya. Itu pun tindakan secara eksplisit menyebut buah. Melainkan menyebut syajaratul khuldi alias ‘pohon keabadian’.

Demikian ulasan Agus Mustofa dalam bukunya: Adam Tak Diusir dari Surga. Pohon keabadian itulah yang memunculkan istilah buah khuldi. Padahal, kata ‘buah’ pun secara eksplisit tidak disebut dalam Al-Qur’an. Allah hanya mengatakan, Adam dan Hawa memakan bagian dari pohon itu. Cuma karena kebiasaannya yang dimakan adalah buah, maka kebanyakan kita mempersepsikan sebagai buah khuldi. Di kalangan kawan-kawan yang beragama Nasrani digambarkan sebagai buah Apel.

Buah Khuldi hanya kata kiasan. Istilah "syajaratu" = "pertumbuhan"; "syajarah" = "bertumbuh". Bisa diartikan berkembang biak. Sehingga 'pohon' bisa diartikan alat reproduksi, bukan pohon yang berbuah secara harfiah/konkret.








Sumber : 



Allah, Nabi Adam, Hawa, malaikat, jin, Iblis, Jannah, Khuldi



Misteri Buah Khuldi Apa Sebenarnya Buah Khuldi



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar