27 Juni 2013

Anak dan Rezeki


Ada ungkapan yang populer tentang anak dan rezeki :
"Banyak anak = Banyak rezeki"
Maka semakin banyak membuat anak maka akan lebih banyak mendapat rezeki. 
Pada hakekatnya ini adalah sebuah ungkapan saja, yang populer di Jawa. Namun banyak orang menganggapnya sebagai sunah.
Memang ada firman yang berbunyi:
Jangan kau bunuh anakmu karena takut miskin.
Larangan membunuh anak itu konteksnya adalah anak tersebut sudah bernyawa baik itu sudah lahir maupun masih dalam kandungan. 
Jadi bukan larangan tentang keluarga berencana.
Ada pasangan pemulung (maaf) memiliki 8 anak, padahal tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi apalagi menyekolahkannya. Mereka menyatakan pembenaran diri kalau ikut KB akan berdosa.
Bukankah menelantarkan anak,  jelas lebih berdosa.
Sebagai manusia yang dikaruniai akal dan kecerdasan seyogyanya kita mampu berpikir. Kalau segala yang kita perbuat akan dimintai pertanggungjawaban.

Maksud KB adalah berencana bukan membatasi.
Jadi kalau kemampuan ekonomi lemah, cukuplah punya maksimal 2 anak (PNS).
Tapi kalau kaya raya, boleh kok punya anak hingga 7.
Yang penting berani melahirkan, harus berani bertanggungjawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar