21 Juni 2013

Fakta PNPM Mandiri Perdesaan

http://www.pnpm-perdesaan.or.id/




Fakta # 1: Indonesia duduk di 119 dari 199 pada tingkat pengangguran daftar negara (Sumber: CIA World Book, 2007)

Fakta # 2: 15% penduduk Indonesia masih hidup di bawah kemiskinan (Banyak sumber)

Fakta # 3: Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat "Mandiri" untuk Perdesaan (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan - PNPM Perdesaan) dirancang untuk meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan lapangan kerja di daerah pedesaan. Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan umum dan kemandirian masyarakat pedesaan. Program ini beroperasi sejak tahun 1998 dengan nama-yang sebelumnya Program Pengembangan Kecamatan (PPK).

Fakta # 4: Melalui PNPM Mandiri Perdesaan, seluruh anggota masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembangunan daerah, mulai dari proses perencanaan: menentukan kebutuhan riil lokal dan membuat prioritas kebutuhan mereka di tingkat desa. Mereka juga incouraged untuk membuat keputusan bersama tentang bagaimana hibah / dana yang akan digunakan dan dikelola, bagaimana menerapkan dan mengelola proyek, buruh dan mengambil tanggung jawab dalam pemeliharaan berikutnya dari fasilitas yang mereka dibangun.

Fakta # 5: • 72.400.000 hari kerja diciptakan melalui proyek-proyek jangka pendek yang melibatkan lebih dari 6,1 juta pekerja dari masyarakat desa-sejak tahun 1998. Pekerja dibayar sesuai dengan harga pasar tenaga kerja lokal; • Anggota masyarakat mengambil keuntungan untuk memulai banyak usaha kecil baru dan jasa transportasi setelah jalan baru, jembatan dan dermaga didanai dan dibangun oleh masyarakat dengan dana PNPM Perdesaan; • Lebih dari 1,89 juta warga desa , pedagang dan bisnis rumahan kecil menerima pinjaman dari PNPM Mandiri Perdesaan dana kredit mikro.

Fakta # 6: Studi yang dilakukan di lokasi PNPM Perdesaan menunjukkan bahwa keuntungan riil konsumsi per kapita adalah 11% lebih tinggi di antara rumah tangga miskin, jika dibandingkan dengan lokasi non-program. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa semakin lama lokasi menerima program bantuan, semakin besar dampak yang diamati pada pola pengeluaran rumah tangga pedesaan.

Fakta # 7: PNPM Perdesaan (oleh KDP2) mengurangi pengangguran sebesar 1,5%, jika dibandingkan dengan daerah non-program.

Fakta # 8: Proporsi rumah tangga keluar dari kemiskinan di kecamatan miskin adalah 9,2% lebih tinggi pada PNPM Mandiri Perdesaan (oleh KDP2) daerah dibandingkan dengan daerah non-program.

Fakta # 9: PNPM Perdesaan berhasil meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas dasar di pedesaan, telah mendanai lebih dari 259,836 infrastruktur, kegiatan ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia. • 49.855 jalan desa; • 11.875 jembatan; • 14.252 sistem irigasi, • 17.560 sistem air bersih dan 6.234 cuci / toilet unit umum (MCK); • 10.772 sekolah, peralatan kelas, furnitur, bahan ajar, dan menyampaikan beasiswa kepada lebih dari 200.000 siswa; • 6125 dibangun pos kesehatan desa.

Fakta # 10: Rendahnya tingkat korupsi Moores Rowland: dana yang hilang di tingkat desa kurang dari 1% dari total dana yang dikucurkan. Bahkan, sejak dimulainya pada tahun 1998 sampai sekarang, transparansi dan akuntabilitas mekanisme program ini telah membuat kerugian akibat korupsi ke sekitar 0,2% dari total dana yang dikucurkan.

FAKTA: Kami "Bangga MEMBANGUN Desa"

Ayo kunjungi dan bergabung dengan kami ...!


.................................


Fact #1: Indonesia sits at 119 of 199 on the unemployment rate country list (Source: CIA World Book, 2007)

Fact #2: 15% of Indonesians still live under poverty (Many sources)

Fact #3: The National Program of Community Empowerment "Mandiri" for Rural Area (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan - Rural PNPM) is designed to boost the poverty alleviation efforts and increasing employment in rural areas. This program is also expected to support the efforts in increasing the quality of life, general welfare and self reliance of rural communities. The program is operated since 1998 under its previous name -the Kecamatan Development Program (KDP). 

Fact #4: Through Rural PNPM, all community members are involved in the local development activities, start from planning process: determining the local real needs and make a priority of their needs at the village level. They also incouraged to make a decision together on how grant/funds will be used and managed, how to implement and manage projects, labours and take a responsibility in subsequent maintenance of the facilities they built. 

Fact #5: •72.4 million work days were created via short-term projects that involves more than 6.1 million workers from rural communities -since 1998. Workers were paid in accordance with local labour market rates; •Community members take an advantages to start many new small businesses and transportation services after the new roads, bridges and piers funded and constructed by community with Rural PNPM funds; •More than 1.89 million villagers, traders and small home-based businesses received loans from the Rural PNPM microcredit funds.

Fact #6: Studies conducted in Rural PNPM locations show that real per capita consumption gains were 11% higher among poor household, if compared to non-program locations. The same studies showed that the longer a location receives program assistance, the greater the impact observed on rural household expenditure patterns.

Fact #7: Rural PNPM (by KDP2) reduces unemployment by 1.5%, if compared to non-program areas.

Fact #8: The proportion of households moving out of poverty in poor kecamatan was 9.2% higher in Rural PNPM (by KDP2) areas compared with non-program areas.

Fact #9: Rural PNPM is successfully increasing the community access to basic rural facilities, has funded over 259.836 infrastructure, economic and social activities throughout Indonesia. •49,855 village roads; •11,875 bridges; •14,252 irrigation systems; •17,560 clean water systems and 6,234 public washing/toilet units (MCK); • 10,772 schools, classroom equipment, furniture, teaching materials, and delivered the scholarships to more than 200,000 students; •6,125 built village health posts.

Fact #10: Low levels of corruption -Moores Rowland: funds lost at the village level less than 1% of the total funds disbursed. In fact, since its commencement in 1998 up to the present, the program’s transparency and accountability mechanisms have kept losses due to corruption to about 0.2% of total funds disbursed. 

FACT: kami "Bangga Membangun Desa" 

What elses? Come visit and join us...!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar