14 Agustus 2013

Indonesia Juara Dunia

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Gita Wirjawan, menyatakan terharu pada sukses pebulu tangkis Indonesia merebut dua gelar juara Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, Cina, kemarin. Dua gelar itu direbut melalui ganda campuran, Tontowi Ahmad/liliyana Natsir, dan ganda putra, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan.

“Ini sangat mengharukan dan membanggakan,” tutur Gita yang menyaksikan langsung pertandingan babak final di Guangzhou, Cina. ”Saya menitikkan air mata. Ini berkat perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus. Juga dukungan dan doa dari seluruh fans di Indonesia dan dunia,” tambah Gita sebagaimana disiarkan Humas PB PBSI kepada wartawan melalui surat elektronik seusai pertandingan.

Melalui pertarungan dramatis tiga set, pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, menaklukan ganda campuran nomor satu dunia asal Cina, Xu Chen/Ma Jin, 21-13, 16-21, 22-20. Sementara Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan hanya membutuhkan dua set untuk menaklukan pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, 21-13, 23-21.

Menurut Tontowi, faktor mental menjadi penentu kemenangannya atas ganda campuran terbaik Cina itu. “Faktor mental menjadi penentu kemenangan kami hari ini. Di samping itu juga ada faktor keberuntungan kami, terutama di game ketiga. Sebenarnya kami tadi hanya menahan dan mengimbangi permainan lawan,” tutur Tontowi.

Sementara Liliyana menyatakan, Xu/Ma tertekan mental mereka pada game ketiga saat ia dan Tontowi dapat menyamakan kedudukan dan deuce. Padahal sebelumnya Xu/Ma telah lebih dulu mencapai match point. ”Momen itu adalah kesempatan bagi kami dan kami menang dari segi mental,” ujarnya.

Pada kesempatan terpisah mantan pemain nasional Indonesia, Ivana Lie, menyatakan dua gelar juara dunia itu sangat berarti bagi perbulutangkisan Indonesia. “Sudah lama kita tidak mendengar lagu Indonesia Raya dikumandangan pada kejuaraan besar seperti ini,” jelasnya.

Menurut Ivana, sudah lama Indonesia kebagian gelar hanya dalam kejuaraan-kejuaraan kecil. ”Ini adalah konfirmasi bahwa bulu tangkis Indonesia bisa kembali ke masa kejayaannya,” ujar Ivana, juara dunia ganda campuran bersama Christian Hadinata pada 1985.

Sekalipun pencapaian ini patut disyukuri, Ivanna Lie mengingatkan agar para pemain, pelatih, pengurus, dan pembina tidak terlena. Sebab, Ivanna melihat ada jurang yang terlalu jauh antara pemain senior dan junior. ”Saat Olimpiade nanti, apa kita masih punya pelapis bagi pemain senior?” kata dia.

Ivanna melihat saat ini kebanyakan pemain yang membela Indonesia adalah pemain senior. ”Masa mereka seharusnya sudah habis pada Kejuaraan Dunia ini,” kata dia.

Ivana berharap PP PBSI melakukan percepatan pembinaan untuk meningkatkan kualitas permainan pemain junior. ”Caranya, pelatih-pelatih terbaik kita harus turun ke bawah, melatih pemain junior,” kata dia.








Suasana meriah tak hanya terjadi di Guangzhou, Cina, saat Indonesia berhasil meraih dua gelar pada Kejuaraan Dunia Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Haru juga merebak di rumah dinas Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, di Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2013, bersamaan dengan gambar di layar televisi yang menayangkan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir tersungkur merayakan kemenangan mereka.

Menteri Roy mengadakan acara Nonton Bareng Final Kejuaraan Dunia BWF. Ia mengundang wartawan dan beberapa koleganya, seperti Sekretaris Menpora Yuli Mumpuni, Staf Ahli Menpora yang juga bintang bulu tangkis, Ivanna Lie, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yunarto, dan beberapa staf Kementerian Olahraga. Roy mengajak undangan berdoa bersama sebelum menonton siaran langsung final Kejuaraan Dunia BWF. Ia sendiri yang memimpin doa bersama itu.

Dalam doanya, Menteri Roy memohon kemenangan bagi dua wakil Indonesia di final Kejuaraan Dunia, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir dan pasangan ganda putra, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan. Geram saat punggawa Indonesia kehilangan poin dan tepuk tangan serta sorak sorai puluhan orang kala atlet Nusantara mematikan lawan memenuhi ruangan seluas 7 x 5 meter itu. Suasana makin seru saat Tontowi/Liliyana berada di poin kritis pada set terakhir melawan pasangan ganda nomor satu dunia asal Cina, Xu Chen/Ma Jin.

Semua mata di ruangan itu tertuju ke layar besar yang dipasang di tembok. Roy Suryo spontan berdiri saat Tontowi/Liliyana memastikan kemenangan mereka. Dengan wajah sumringah, ia lalu menyalami dan berpelukan dengan hadirin, yang juga menampilkan keceriaan di wajah mereka. "Selamat ya pak, akhirnya bisa dapat gelar," ujar salah seorang kolega.

Dipenuhi suasana haru, Roy mengajak mereka yang hadir di rumahnya berdiri dan bersama-sama menyanyi saat lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan di Guangzhou dan disiarkan secara langsung. Hal yang sama juga terjadi saat Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan memastikan memperoleh gelar di kejuaraan itu. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, Roy kembali memimpin doa. Kali ini doa syukur.

Dukungan tak terlihat macam ini memenuhi harapan Muhammad Ahsan. Saat dikunjungi Tempo beberapa waktu lalu pada latihan terakhir sebelum berangkat ke Guangzhou, Ahsan mengatakan dirinya tak khawatir sekalipun bermain tidak di depan publik sendiri. "Saya yakin masyarakat berdoa bagi kami," kata Ahsan. "Memberi dukungan tidak harus dengan cara hadir di tempat bertanding. Justru doa lebih manjur." 







Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan pulang ke Indonesia pada hari Senin (12/8/2013). PP PBSI akan membuat acara untuk menyambut kepulangan mereka.

Tontowi/Liliyana dan Ahsan/Hendra baru saja mengharumkan nama Indonesia. Mereka berhasil merebut gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 yang dilangsungkan di Guangzhou, China.

Tontowi/Liliyana menjadi juara di nomor ganda campuran setelah mengalahkan andalan tuan rumah, Xu Chen/Ma Jin, di final dengan skor 21-13, 16-21, 22-20. Sementara itu, Ahsan/Hendra berjaya di nomor ganda putra usai menang atas ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dengan skor 21-13, 23-21.

Seusai acara pengalungan medali, Tontowi/Liliyana dan Ahsan/Hendra mendapatkan ucapan selamat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY menghubungi mereka lewat telepon.

“Saya sangat bangga, saya dan para menteri menyaksikan langsung pertandingan ini. Saya juga sangat terharu, apalagi saat bendera Indonesia berkibar dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Terima kasih atas perjuangan Tontowi/Liliyana, Pak Gita, dan semuanya," ujar Presiden SBY seperti ditirukan oleh Liliyana.

Tim Indonesia yang bertanding di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013 rencananya akan pulang dari Guangzhou pada hari ini. Dengan memakai pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 899, tim dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 19.55 WIB. 

“Sebagai Humas PP PBSI, saya merasa bangga sekali dan bersyukur kepada Tuhan melihat keberhasilan Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan meraih gelar juara dunia 2013. Apalagi sudah enam tahun lamanya kita tidak merebut gelar juara dunia,” kata Kasubid Humas dan Sosial Media PP PBSI, Yuni Kartika.

“Saya rasa ini adalah hasil kerja keras semua pihak, dari jajaran pengurus hingga pemain, juga pihak-pihak lain seperti sponsor dan juga rekan-rekan media yang banyak membantu. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dijadikan batu loncatan untuk bangkitnya perbulutangkisan Indonesia," ujar Yuni.



sumber : detiksports







Menpora Roy Suryo menyambut gembira keberhasilan dua pasangan Indonesia meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2013. Ia menjanjikan bonus untuk mereka.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di nomor ganda campuran, serta Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra membuat Indonesia membawa pulang dua titel dari ajang tersebut di Guangzhou, China.

"Alhamdullilah kita mendapatkan kado cantik di tengah-tengah Idul Fitri ini. Nomor ganda campuran dan ganda putra sudah berhasil sebagai juara dunia," kata Roy ketika ditemui di sela-sela acara halal bihalal di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (12/8/2013).

"Untuk mengapresiasi itu, kami berencana untuk melakukan penjemputan jawara-jawara dunia ini langsung ke bandara, insyallah nanti malam (12/8), sekitar pukul 20.00 WIB," tambahnya.

Tak hanya melakukan penjemputan langsung, pihak Kemenpora juga sudah menyiapkan bonus per masing-masing nomor. 

"Itu apresiasi kita terhadap mereka, di mana kemenangan ini yang kita tunggu-tunggu. Apalagi kemenangan mereka juga sangat dramatis, hampir saja kita kehilangan momen itu. Ganda campuran sudah tertinggal 16-20. Dan dengan skor yang ada, kesalahan sedikit saja bisa menjadi keuntungan bagi pihak lawan. Alhamdullilah Tuhan sudah membantu kita," tambah Roy.

Mengenai nominal bonus yang dijanjikannya itu Roy tidak bersedia mennyebutkan.

"Nominal belum kita sebutkan, karena itu akan menjadi kolektif dari pemerintah, Pengurus Besar, dan Kemenpora. Nanti pintunya dari PBSI, biar PBSI yang menyampaikan," tukasnya.



sumber : detiksports









Sumber:
http://forum.kompas.com/bulu-tangkis/291690-indonesia-juara-dunia-gita-wirjawan-menangis.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar