27 Agustus 2013

Mengapa Pemerintah Tidak Mencetak Banyak Uang?

Saat membaca dan menonton berita tentang kemiskinan yang ada di berbagai pelosok negeri ini, serta begitu banyaknya hutang luar negeri, kita mungkin terpikir, kenapa pemerintah tidak mencetak uang sebanyak-banyaknya saja agar masalah teratasi?


Dalam ekonomi, kita tahu, harga barang akan tergantung pada perbandingan jumlah uang dan jumlah persediaan barang. Jika barang lebih banyak dari jumlah uang yang beredar, maka harga akan cenderung turun. Sebaliknya, jika jumlah barang lebih sedikit dibanding jumlah uang yang beredar, maka harga-harga akan cenderung naik. Karena itulah, pencetakan uang secara tak langsung juga ditentukan oleh hal tersebut, agar tidak terjadi inflasi.

Apabila suatu negara—dengan alasan miskin—mencetak uang sebanyak-banyaknya, yang terjadi bukan negara itu menjadi kaya, tetapi justru akan semakin miskin. Karena, ketika jumlah uang yang beredar semakin banyak, harga-harga barang akan melambung tinggi, dan inflasi terjadi. Akibatnya, meski uang dicetak terus-menerus, uang itu tidak bisa disebut kekayaan, karena nilainya terus merosot turun.

eandainya pemerinta Republik Indonesia mencetak uang sebanyak banyaknya, semua rakyat dapat hujan uang. Timbul pertanyaan, siapa yang mau capek kerja sedangkan sudah ada jaminan uang untuk hari ini dan besok. Nah, kalau gitu siapa yang mau kerja jadi petani padahal uang sudah ada di tangan? Maka akan terjadi kelangkaan pangan.

Akibatnya harga pangan naik dan terjadi inflasi. Rasio antara uang yang dicetak dan jumlah uang yang beredar adalah salah satu cara menentukan nilai suatu uang. Makanya, bila uang yang beredar ditambah tapi jaminannya tidak ditambah maka nilai uang akan turun (inflasi).

Jadi percuma saja kalau gaji pegawai naik karena para pedagang akan segera mengikutinya dengan kenaikan harga.

Kira-kira begitulah yang saya dapat dari pembahasan ekonomi. Semoga ringkasan berita yang saya buat ini membantu.


http://forum.kompas.com/teras/294879-kenapa-pemerintah-nggak-cetak-uang-sebanyak2nya-untuk-bayar-hutang-ini-logikanya.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar