02 Desember 2013

Bertengkar, Nasehat, Musyawarah

"Lebih baik saya bertengkar dengan 1000 orang pintar daripada bertengkar dengan 1 orang bodoh" (Ali Bin Abi Thalib).
Karena bertengkar dengan orang pintar, jika salah akan bisa menerima jika salah, dan diam.


Namun, sebaiknya hindari bertengkar atau beradu argumen. Kita sebaiknya bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. 

Jika ada yang menasehati atau mengkritik kita, itu berarti orang tersebut perhatian dengan kita.

Jangan lihat siapa yang menasehati, tapi perhatikan apa yang dinasehatkan. Bisa jadi yang muda lebih pintar dan berpengalaman, dari yang tua. 

Orang yang pintar dan berpengalaman, namun masih mau dinasehati, itulah yang lebih baik.

Syarat nasehat:
1. Tahu apa yang dinasehati.
2. Berahlak (cara penyampaian).
3. Setelah menasehati orang, diterima atau tidak, tetap hargai orang itu, jangan memaksakan pendapat.

Mau jadi pembicara yang baik?
Jadilah pendengar yang baik.

Terkadang kita perlu pura-pura tuli, untuk menghindari pertengkaran. 
Misal ada guru yang diledek oleh murid-muridnya: guru jelek...guru jelek... 
Kita tidak usah naggapi: whoooiii, murid tidak sopan...
Malu-maluin, menurunkan harga diri kita.

(Ustad Maulana, Islam Itu Indah, Trans TV, 2 Desember 2013).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar