13 Desember 2013

Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon























BUDAYAKAN MENANAM POHON UNTUK MENJAGA DAN MENYELAMATKAN BUMI



BENARKAH MENANAM POHON DAPAT MENJAGA DAN MENYELAMATKAN BUMI DARI KEHANCURAN ?
Ya, tentu saja! 
Karena dengan adanya pepohonan dan vegetasi lainnya diatas permukaan bumi, maka akan dapat mengelola sistem tata air yang sangat diperlukan bagi kelangsungan makhluk hidup. Melalui pepohonan air hujan yang jatuh ke bumi akan diatur sedemikian rupa : sebagian air akan diserap ke dalam tanah dan menimbulkan sumber mata air, sebagian lagi ditahan oleh perakaran untuk menjaga kesuburan tanah dan menumbuhkan tanaman-tanaman, sebagian lagi menjadi aliran permukaan menuju ke sungai-sungai yang selanjutnya dikembalikan ke laut. Dan dari lautan diuapkan oleh angin untuk diturunkan kembali sebagai hujan. Demikian seterusnya. Semua itu berjalan demi kelangsungan seluruh makhluk hidup di permukaan bumi ini.
Disamping itu, yang tak kalah pentingnya, pepohonan menghasilkan oksigen (O2) yang diperlukan bagi seluruh makhluk hidup untuk bernafas. Pepohonan juga berfungsi untuk menyerap emisi karbon (CO2) di atmosfer dan polutan lainnya. Sehingga uadara yang kita hirup menjadi bersih dan segar.
Pendek kata, hutan dan pepohonan sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu kita smua sudah seharusnya meningkatkan budaya menanam dan memelihara pohon sebagai warisan bagi anak cucu kita.
Sebaliknya, bayangkanlah apa jadinya jika seluruh permukaan bumi ini tanpa pepohonan ! Bumi akan menjadi tandus dan gersang di musin kemarau. Permukaan es di kutub utara dan kutub selatan akan mencair, air di permukaan laut akan naik. Jika terjadi hujan akan langsung ke permukaan bumi, sungai-sungai akan meluap maka akan terjadi bencana banjir yang hebat. Seluruh makhluk hidup akan terancam punah bukan ? inilah yang disebut dampak perubahan iklim akibat pemanasan global (global warning) …. Naudzubillahi min dzalik.




BAGAIMANA KOMITMEN PEMERINTAH ?
Presiden Republik Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 % dengan upaya sendiri atau sampai 4 %, dengan dukungan internasional pada tahun 2020 dalam rangka mitigasi perubahan iklim global.
Salah satu upaya yang diperlukan adalah penanaman dan pemeliharaan pohon yang dilakukan secara  masal oleh setiap komponen bangsa.
Pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2011 di Bogor Jawa Barat, Presiden RI telah mengamanatkan untuk melanjutkan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon pada tahun 2012 yang diselenggarakan secara Nasional dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan kritis serta antisipasi dampak perubahan iklim global.
Dalam rangka menindaklanjuti amanat Presiden, serta menindaklanjuti Surat Gubernur Jawa timur Nomor : 522/13159/023/2012 tanggal 16 Juli 2012 perihal : Persiapan Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012, Bupati Blitar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor : 522/586/409.113/2012 tanggal 10 Agustus kepada seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Blitar, yang isinya menginstruksikan untuk :
  1. Melakukan kegiatan penanaman pohon bersama-sama dengan masyarakat pada lahan terbuka yang terlantar di luar dan di dalam kawasan hutan; dan
  2. Mengajak seluruh lapisan masyarakat serta membangkitkan semangat swadaya masyarakat dalam Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon.


Tujuan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012 adalah untuk :
  • Menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor;
  • Menigkatkan konservasi keanekaragaman hayati (biodeversity);
  • Meningkatkan penyerapan karbon (CO2) di atmosfir untuk pencegahan dampak perubahan iklim;
  • Mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.


Mengingat pentingnya Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon sebagai upaya perbaikan lingkungan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, maka diharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat serta instansi terkait, kalangan pendidikan, TNI, POLRI, dan swasta untuk dapanya mendukung Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon di Kabupaten Blitar.



BENTUK KEGIATAN DAN SASARAN LOKASI PENANAMAN
Sasaran lokasi penanaman Satu Milyar Pohon adalah lahan kritis yang rusak/tidak produktif di dalam maupun di luar kawasan hutan. Beberapa jenis program dan kegiatan penanaman yang dilaksanakan oleh Pemerintah sesuai dengan sasaran lokasinya antara lain sbb :

I  Dalam Kawasan Hutan
  1. Rehabilitasi Hutan Konservasi dan Hutan Lindung
  2. Reklamasi Hutan Bekas Tambang
  3. Hutan Kemasyarakatan (HKn) dan Desa Hutan
  4. Hutan Tanaman Rakyat
  5. Hutan Tanaman Industri
  6. Rehabilitasi Hutan Mangrove/Hutan Pantai Rawa Gambut


II Luar Kawasan Hutan
  1. Hutan Rakyat
  2. Hutan Kota
  3. Penghijauan Lingkungan
  4. Perkebunan
  5. Hortikultura




POKJA GERAKAN PENANAMAN SATU MILYAR POHON
Guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon di Kabupaten Blitar, telah dibentuk Kelompok Kerja (POKJA) Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon Kabupaten Blitar Tahun 2012 yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Blitar dengan susunan sebagai berikut :

Penanggungjawab : Bupati
Ketua : Sekretaris Daerah
Sekretaris : Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Anggota : Dinas / instansi terkait dan Camat se-Kabupaten Blitar

Tugas Pokja Penanaman antara lain adalah melakukan koordinasi dan sinkronisasi program penanaman pohon di Kabupaten Blitar baik yang dialksanakan oleh Dinas/Instansi terkait maupun oleh masyarakat luas, sehingga pelaksanaan Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon dapat berjalan secara terarah, terpadu dan berkelanjutan.



APA YANG DAPAT DILAKUKAN MASYARAKAT ?
Masyarakat dapat melaksanakan berbagai upaya penanaman pohon melalui kegiatan penghijauan lingkungan dengan sasaran lokasi pada lahan kosong dan terlantar, antara lain di sekitar permukiman, tegalan, pekarangan, lingkungan sekolah, lingkungan tempat ibadah, sekitar sumber mata air, sempadan sungai, terus jalan, serta lokasi lain di luar kawasan hutan.
Mengingat keterbatasan Pemerintah, maka kegiatan penanaman oleh masyarakat semaksimal mungkin melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat secara swadaya, baik dalam hal penyediaan bibit, tenaga, maupun sarana pendukung lainnya.
Jenis tanaman yang dipilih dapat berupa kayu-kayuan maupun jenis Multi Puposeses Tree Species (MPTS), yaitu tanaman yang dapat dimanfaatkan selain kayunya (buah, bunga, daun, dll) Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan mepertimbangkan segi kemanfaatannya, baik dari aspek ekonomis, aspek peningkatan kualitas lingkungan, serta aspek sosial budaya setempat.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar