25 Juli 2014

Pelatihan Pendamping Lokal PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Tahap 2)




Pelatihan Pendamping Lokal (PL) Tahap II PNPM-MPd Provinsi Jawa Timur TA. 2014, dilaksanakan oleh Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Timur, dalam rangka Peningkatan Kinerja Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2014. Tema pelatihan adalah "Upaya Peningkatan Peran Pendamping Lokal dalam Mendorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat". Pelatihan dilaksanakan di Hotel Ollino Garden, Kota Malang.
Tim Pelatih dari KMW Provinsi (Tim Konsultan Manajemen Wilayah di Provinsi) / RMC (Regional Management Consultan) IV Provinsi Jawa Timur, Faskeu, Ass Faskab. Peserta pelatihan adalah Pendamping Lokal (PL) dari Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sumenep. Akun facebook sebagian Tim Pelatih, OC, dan Peserta dapat dilihat di link grup facebook ini.



Upacara Pembukaan (Opening Ceremony
Pembukaan dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2014, yang dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, PjO-Prov (Penanggung Jawab Operasional Provinsi) Jawa Timur (Ir. Hadi Sulistyo, M.Si), KorProv Jawa Timur, Tim Pelatih, OC (Organizing Committee), serta seluruh peserta pelatihan.
  1. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Republik Indonesia "Indonesia Raya" 
  2. Pembacaan Do'a
  3. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan oleh Ketua Pelaksana (Bandung Djatmiko, ST, M.Si)
  4. Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala Bapemas Jatim (Drs. Zarkasi, M.Si). Dalam sambutannya, Kepala Bapemas memberikan motivasi, arahan, dan gambaran program ke depan. Berikut ini beberapa kutipannya : 
"... Panjenengan adalah orang provinsi yang ditempatkan di daerah masing-masingDengan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, Panjenengan sekalian akan mendapatkan double reward sekaligus, yaitu di dunia dan di akhirat karena bersinggungan langsung dengan RTM. ..."
"... Saudara di sini, akan diberi bimbingan (dilatih) dalam rangka Peningkatan Kinerja PNPM-MPd. Setelah dari sini, Panjenengan harus (must) memiliki tambahan : Basic knowledge (pengetahuan dasar), Skill (keterampilan, kepandaian), and Attitude (sikap, perilaku) yang baik. ..."
"... Suatu saat Kami akan berkunjung ke daerah Panjenengan, bukan untuk mencari masalah atau mencari kekurangan, namun untuk bersilaturahmi. ..."
"... Saat ini adalah jaman transparansi dan keterbukaan, jika  Panjenengan ada hal yang ingin didiskusikan silakan hubungi kantor beserta seluruh kontak yang disediakan. Selain itu, Panjenengan bisa langsung hubungi nomor pribadi Saya di 0811315xxx (xxx disembunyikan oleh penulis, karena alasan privasi), dengan syarat sertakan nama dan lokasi  Panjenengan. ..."
"... Selain PNPM Mandiri Perdesaan, kita telah mengenal Jalin Kesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat), ke depan kita akan ada Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera). Program tersebut akan segera dilaunch oleh Bapak Gubernur Jatim. ..."

Kepala Bapemas Provinsi Jawa Timur Drs. Zarkasi, M.Si, saat memberikan sambutan dan membuka pelatihan



Pelatihan
Pelatihan menggunakan metode POD (Pendidikan Orang Dewasa). Posisi pelatih adalah sebagai fasilitator dengan mengutamakan eksplorasi dari peserta. Selama pelatihan, fasilitator tidak hanya menjadi sumber informasi tetapi menggali informasi dari peserta melalui diskusi, tanya jawab, serta presentasi.
Pelatihan tidak hanya teori saja, namun disertai dengan ekspose, penggalian gagasan, explore, serta evaluasi. Harapannya bisa terjadi alih ilmu (transfer of knowledge) antara pelatih dan pendamping lokal, serta saling  sharing antar pendamping lokal.


Peserta merupakan pelaku PNPM MPd,  maka suasana pelatihan menjadi sangat hidup, peserta menjadi sangat antusias dan aktif dalam berdiskusi dan sharing terkait kondisi pengelolaan dana bergulir di masing-masing daerah.


Posisi duduk menggunakan model round table / restaurant style (ala ILC / ILK), sehingga lebih menunjang kegiatan pelatihan.


Materi yang disampaikan saat pelatihan, adalah : 
  1. Review Tupoksi Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Koordinator Provinsi PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Drs. Rohmat Puji Purnomo, M.Si)
  2. Permasalahan dan Kendala Lapang Terkait Teknis Kerja sebagai Pendamping Lokal. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  3. Perspektif Pengembangan Usaha Kelompok. Materi disampaikan oleh (Hartono) 
  4. Pengembangan Jaringan Kerjasama Kelompok. Materi disampaikan oleh Ass Faskab Bojonegoro (Singgih Nugroho)
  5. Mekanisme Perguliran Kelompok. Materi disampaikan oleh Faskeu Sumenep (Kustaji) 
  6. Safeguard Pengendalian Perguliran. Materi disampaikan oleh Fasilitator Keuangan Gresik (Hari Laksono)
  7. Fasilitasi Penanganan Pinjaman Bermasalah. Materi disampaikan oleh Asisten Training PNPM MPd Provinsi Jawa Timur (Anis Yudyawati, ST)
  8. Penanganan Pinjaman Bermasalah dari Perspektif Hukum. Materi disampaikan oleh Asisten SP2M (Willibrordus Hadi Sulistija, SH) 
  9. Strategi Pengembangan Ekonomi Desa. Materi disampaikan oleh Ass Fasilitator Kabupaten Ponorogo (Setyo Rini, S.TP)



Penutupan
Penutupan diawali dengan pembacaan kesimpulan dari seluruh kegiatan pelatihan, mulai dari awal hingga akhir, yang mencakup :
  • Summary materi pelatihan ; 
  • Summary dari hasil ekspose, penggalian gagasan, explore, evaluasi ; 
  • Aspirasi dan harapan dari para peserta. 



Acara dilanjutkan dengan do'a, dan diakhiri dengan saling bersalaman.



Kegiatan pelatihan ini merupakan pelatihan tahap II yang sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan tahap I. Akhirnya, selamat bertugas.
Mari bersama membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.


Sampai jumpa lagi...















Tags : 
PL-KDB
PLKDB
Pendamping Lokal Kegiatan Dana Bergulir
PL-UPK
PLUPK
Pendamping Lokal UPK
Pendamping Lokal Unit Pengelola Kegiatan
PL Perguliran
Pendamping Lokal Perguliran
PLDB
Pendamping Lokal Dana Bergulir

2 komentar:

  1. http://empowering.ub.ac.id/?p=529

    BalasHapus
  2. Compliance Officer


    Job Description

    Melakukan pendampingan bagi staff Kantor Cabang dengan memberikan pengetahuan dan contoh pelaksanaan di lapangan agar staff Kantor Cabang bisa melakukan tugas dengan baik sesuai SOP dan target yang telah ditetapkan.
    Melakukan sosialisasi, one-on-one training, dan evaluasi pelaksanaan SOP kepada semua staff cabang untuk memastikan seluruh staff cabang paham dan melaksanakan proses dan kegiatan usaha sesuai SOP.
    Melakukan sosialisasi dan menegakkan “Tidak ada toleransi/Zero Tolerance” terhadap kecurangan dan penyimpangan kepada semua staff di Kantor Cabang.
    Berkontribusi dalam membangun tim kerja yang jujur, terbuka dan solid agar bisa mencapai target bisnis dan pemenuhan good governance.
    Menjaga hubungan baik dengan pihak terkait dalam lingkup wilayah kerja masing-masing.


    Minimal D3/S1 dan sederajatnya atau pendidikan yang lebih tinggi;
    Minimal 2 tahun pengalaman dalam keuangan mikro, perusahaan pembiayaan, atau perbankan umum sebagai compliance officer;
    Pernah menjalankan tugas pengecekan compliance dengan multi lokasi;
    Usia berkisar antara 25-35 tahun;
    Mampu berkomunikasi dengan baik;
    Memiliki kemampuan membangun hubungan yang baik dengan pihak terkait baik internal maupun eksternal;
    Berorientasi kepada hasil;
    Mampu mengoperasikan computer terutama MS Office;
    Memiliki alat transportasi dan Surat Ijin Mengemudi (SIM);
    Mempunyai kemampuan berinteraksi baik dengan ibu-ibu di pedesaan; dan
    Bersedia ditempatkan/ditugaskan di salah satu kabupaten di Jawa Timur


    BalasHapus