26 Juli 2014

Siap Menang , Siap kalah

Siap Meneng Siap Kalah 
Lose Win 
Yen Menang Ora Umuk, Yen Kalah Ora Ngamuk 



Tuhan menciptakan sesuatu di dunia ini dengan berpasangan, ada sedih dan gembira, ada laki-laki dan perempuan, ada kalah dan menang serta ribuan bentuk pasangan lainnya yang menghiasi kehidupan manusia. Harus kita sadari bersama bahwa kita hidup dalam suasana yang penuh dengan kompetisi atau persaingan yang menghasilkan dua kelompok, yaitu pihak yang kalah dan yang menang. Kekalahan dan kemenangan adalah fenomena hidup yang tidak dapat kita hindari. Kita mungkin pernah merasakan menjadi pihak yang kalah atau pihak yang menang. Biasanya, pihak yang menang akan mengungkapkan kegembiraan dengan berbagai bentuk. Demikian pula dengan pihak yang kalah, akan diiringi dengan kekecewaan, baik terhadap dirinya maupun terhadap lawan yang telah mendapatkan kemenangan.
Cara menyikapi hasil dari sebuah kompetisi yang salah, tentu akan merusak sendi-sendi kehidupan, baik pihak yang menang maupun yang kalah. Artinya, baik pihak yang kalah maupun yang menang dalam sebuah persaingan atau kompetisi harus dapat mengelolanya dengan baik tanpa harus menciptakan masalah baru. Tentu ada sebuah catatan, bahwa kemenangan yang diraih oleh kelompok tersebut memang benar-benar melalui rambu-rambu yang telah diatur, tidak melalui kecurangan atau pelanggaran terhadap aturan. Sehingga pihak yang kalah akan secara elegan mengakui kekalahannya. Sebaliknya apabila kemenangan yang diperoleh melalui cara-cara yang tidak benar, tentu akan melahirkan sebuah perlawanan oleh pihak yang kalah. Kondisi ini akan melipatgandakan rasa kecewa dan mungkin akan sampai pada sikap kebencian.
Oleh karena itu, mari kita berupaya untuk menjalani hidup ini melalui persaingan yang sehat, dengan cara-cara yang benar, sehingga tidak menjadi pemicu adanya perlawanan maupun menimbulkan sikap kebencian. (alf) 



Judul Asli : MENYIKAPI KEKALAHAN DAN KEMENANGAN
Oleh : Divisi Humas Mabes Polri
Link Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar